Shenzhen Hongzhun Listrik Co,. Ltd

Sebagai pencahayaan LED menjadi lebih umum, desainer dan pembeli menghadapi dilema yang sama: haruskah Anda fokus pada watt atau lumen untuk menentukan kecerahan sumber cahaya? Secara tradisional, kami menggunakan watt sebagai pengukuran kecerahan, terutama pada lampu pijar. Namun, dengan munculnya teknologi LED, penting untuk memahami hal tersebut lumen kini memberikan pantulan keluaran cahaya yang lebih akurat. Di sini, kami mengeksplorasi perbedaan antara watt dan lumen serta pengaruhnya terhadap pilihan pencahayaan Anda.
Daftar Isi
Apa Arti Watt?
Apa Arti Lumen?
Mengapa Daya dan Lumen Penting untuk Penerangan Tenaga Surya?
Perbandingan Efisiensi Berbagai Sumber Cahaya
Kesimpulan
Watt mengacu pada jumlah energi yang dikonsumsi bola lampu untuk menghasilkan cahaya. Pada lampu pijar tradisional, watt yang lebih tinggi biasanya berarti cahaya yang lebih terang, namun juga konsumsi energi yang lebih besar.
Misalnya:
Lampu pijar 40 watt menghasilkan 380-460 lumen, sekaligus mengonsumsi daya 40 watt per jam.
Lampu pijar 100 watt menghasilkan 1700-1800 lumen, mengkonsumsi 100 watt per jam.
Meskipun lampu pijar tidak efisien, inovasi tetap ada lampu neon, CFL, dan LED telah meningkatkan efisiensi energi secara drastis tanpa mengurangi kecerahan.
Misalnya:
Lampu pijar 40 watt kini digantikan oleh CFL 9 watt atau LED 4 watt.
Lampu pijar 100 watt digantikan oleh CFL 32 watt atau LED 15 watt.
Beralih ke pencahayaan hemat energi seperti LED atau CFL memastikan pencahayaan yang sama atau bahkan lebih baik namun menggunakan daya yang jauh lebih sedikit. Hal ini dapat memberikan manfaat besar bagi ruang hunian dan komersial, menurunkan tagihan energi dan mengurangi jejak karbon.
Lumen mengukur jumlah total cahaya tampak yang dipancarkan oleh sebuah sumber. Berbeda dengan watt, lumen berhubungan langsung dengan kecerahan. Misalnya saja yang tradisional lampu pijar 150 watt menghasilkan sekitar 2600 lumen. Dengan beralih ke CFL 42 watt atau LED 25 watt, Anda dapat mencapai kecerahan yang sama tetapi dengan konsumsi energi lebih dari 80% lebih sedikit.
Modern lampu LED, seperti Lampu jalan LED MKLIGHTS Seri SE 100 watt, menghasilkan 16,500 lumen, menawarkan pencahayaan yang lebih terang dan efisien, terutama untuk area luar ruangan seperti jalan raya dan tempat parkir.
Untuk penerangan bertenaga surya, keduanya lumen dan watt harus dipertimbangkan secara matang. Itu semakin tinggi wattnya, itu mempersingkat waktu pengoperasian perlengkapan, karena lebih banyak energi yang akan dikonsumsi. Namun, lumen menunjukkan berapa banyak cahaya yang akan dipancarkan suatu perlengkapan. Tantangan pencahayaan tenaga surya adalah mencapai keseimbangan antara watt dan lumen dengan tetap menjaga efisiensi.
Dalam sistem penerangan tenaga surya, lebih tinggi khasiat bercahaya berarti lebih sedikit daya yang dibutuhkan untuk mencapai penerangan yang sama. Hal ini menyebabkan panel surya dan baterai menjadi lebih kecil, sehingga mengurangi biaya sistem secara keseluruhan. Misalnya, lampu jalan tenaga surya, yang biasanya dipasang di ketinggian rendah, sering digunakan watt kecil perlengkapan tetapi mengandalkan tinggi khasiat bercahaya untuk memberikan pencahayaan yang cukup.
Hari ini, lampu jalan tenaga surya dalam kisaran 20W-150W, dengan 35-50W yang paling umum, telah menjadi solusi hemat biaya karena efisiensi cahayanya yang tinggi. Seiring dengan terus berkembangnya pencahayaan LED, sistem ini menjadi lebih terjangkau dan praktis untuk kawasan perumahan dan pedesaan.
Efisiensi sumber cahaya sangat bervariasi, terutama ketika membandingkan teknologi lama seperti lampu pijar dengan LED modern. Berikut cara mengukur berbagai jenis pencahayaan:
| Sumber Cahaya | LED | Lampu Neon | Bola Lampu Biasa | Lampu Natrium Tekanan Tinggi |
|---|---|---|---|---|
| Efisiensi | 200 lm/W | 80 lm/W | 20lm/W | 120 lm/W |
| Efisiensi Pengemudi | 92% | 85% | 100% | 90% |
| Efisiensi Cahaya yang Efektif | 90% | 60% | 60% | 60% |
| Efisiensi Perlengkapan | 90% | 60% | 60% | 60% |
| Seumur hidup | 100.000 jam | 2.000 jam | 2.000 jam | 10.000 jam |
LED: 200*0,92*0,90*0,90 = 150 lumen/watt
Lampu Neon: 80*0,85*0,60*0,60 = 24,5 lumen/watt
Bohlam Pijar: 20*1*0,60*0,60 = 7,2 lumen/watt
Lampu Natrium Tekanan Tinggi: 120*0,90*0,60*0,60 = 38,9 lumen/watt
Seperti yang ditunjukkan, LED adalah 6 kali lebih efisien dibandingkan lampu neon, 20 kalilebih efisien dibandingkan lampu pijar, dan 4 kali lebih efisien dibandingkan lampu sodium bertekanan tinggi.
Artinya lampu LED dapat menggantikan watt yang jauh lebih tinggi lampu natrium. Misalnya:
SEBUAH Lampu LED 60W dapat menggantikan a lampu natrium 250W.
SEBUAH Lampu LED 100W dapat menggantikan a lampu natrium 400W.
SEBUAH Lampu LED 250W dapat menggantikan a lampu natrium 1000W.
Seiring dengan terus berkembangnya pencahayaan LED, watt saja tidak lagi menjadi metrik terpenting untuk performa pencahayaan. Sebaliknya, khasiat bercahaya (lumen per watt) adalah faktor kunci yang perlu dipertimbangkan. Dengan watt yang sama, semakin tinggi khasiat bercahaya berarti lebih sedikit konsumsi energi, sehingga ideal untuk penerangan perkotaan dan solusi energi berkelanjutan. Karena sistem penerangan tenaga surya mengadopsi LED yang lebih efisien, kita dapat mengharapkan pengurangan biaya yang berkelanjutan, peningkatan umur sistem, dan peningkatan penghematan energi.